Berita

Tuntutan Data Online Semakin Melejit, STAI Taswirul Afkar Siap Singsingkan Lengan Baju

SIDOARJO – Dunia informatika kian berkembang. Tak terkecuali bidang pendidikan juga terkena dampaknya. Demikian kesimpulan dari acara workshop dan evaluasi pelaporan Emis PTKIS yang digelar di STAI YPBWI Sidoarjo oleh Kopertais Wilayah IV. Acara yang dihadiri oleh 21 PTKIS yang tergabung dalam Zona SUSI & NTT (Surabaya, Sidoarjo, dan NTT) tersebut,
menghadirkan Narasumber Moch. Cholil, M.Th.I selaku kepala bidang Administrasi Sistem Informasi di Kopertais Wilayah IV.

Dalam sambutannya, Moch. Cholil memaparkan bahwa Pihak Kopertais Wilayah IV kini sedang menggodok aplikasi SIMKOPTA G.2. Harapannya melalui aplikasi tersebut pendataan
PTKIS bisa terintegrasi dengan aplikasi data lainnya seperti EMIS, PDDIKTI, dan lainnya.

Pasalnya, meskipun dikerjakan oleh satu orang operator, masih banyak PTKIS yang datanya tidak sinkron antara di Simkopta, Emis, maupun PDDIKTI, apalagi jika dikerjakan oleh operator yang berbeda.

Disamping itu, ia juga mengakui bahwa memang selama ini kinerja Kopertais IV kerap menuai komplain dari PTKIS. Bukan tanpa alasan, keterbatasan tenaga yang berbanding terbalik dengan pengajuan PTKIS menjadi penyebab utama. Maka ia berharap dengan hadirnya aplikasi baru ini sistem pelayanan akan dirubah. Bila sebelumnya semua pengajuan diservis oleh pihak Kopertais, kini dikembalikan pada masing-masing PTKIS. Adapun secara teknis, PTKIS bisa mengajukan tenaga professional untuk membantu tenaga yang ada di Kopertais, sedangkan semua pembiayaan ditanggung lembaga yang bersangkutan. Dengan diberlakukannya sistem baru ini, Insya Allah akan meminimalisir keterlambatan layanan sebab semuanya tergantung keaktifan PTKIS.
Ketika menyinggung masalah Emis, pria yang kesehariannya dipanggil Abah Cholil ini menyampaikan bahwa per hari itu (03/05/2019) dari 180-an PTKIS yang berada di bawah naungan Kopertais Wilayah IV, hanya sekitar 52 PTKIS yang sudah menyelesaikan BAP Emis. Dan Alhamdulillah STAI Taswirul Afkar termasuk di dalamnya.
Kini tidak ada lagi pilihan bagi Perguruan Tinggi Islam Swasta selain sadar, bangun, dan berbenah diri. Tak terkecuali bagi STAI Taswirul Afkar Surabaya. Diam terinjak, mundur
hancur, itulah resiko yang akan diterima bila tidak segera menyingsingkan lengan baju. {ARF}

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close