Berita

Peserta KKN/PPL Jalan Sehat Bersama Warga

Trenggalek, 23 Februari 2020P, pagi itu warga desa Ngepeh dan peserta KKN STAITA mengikuti jalan sehat dengan rute dari satu kampung ke kampung lainnya, dengan start dan finishnya adalah pendopo yayasan pembina umat (YPU) Al-Hidayah, seluruh peserta jalan sehat yang teridiri dari mahasiswa dan warga setempat dengan penuh semangat meramaikan acara penutupan KKN. Jalan sehat dan seluruh rangkaian acara setelahnya ini diselenggarakan atas kerjasama STAITA dan Yayasan Pembina Umat Al-Hidayah.

Senam lansia menjadi acara kedua setelah jalan sehat, lalu Hamim Ali sebagai pemandu acara segera membukanya dengan mempersilahkan Musria dari 5b untuk membacakan ayat suci Al-Qur’an. Setelah ayat suci dengan merdu dan khidmat selesai dilantunkan, teman-teman paduan suara dari angkatan 2017/2018 melanjutkan acara pagi itu dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mars Taswirul Afkar. Mahasiswa dan warga dengan kompak menyanyikannya bersama-sama.

Sambutan-sambutan berurutan mulai dari perwakilan mahasiswa Taswirul Afkar, Ketua STAITA, kepala desa, dan ketua YPU Al-Hidayah, Secara garis besar sambutan ini berisi ucapan terima kasih dan harapan-harapan baik oleh berbagai pihak. Sambutan yang berakhir segera disusul oleh pertunjukan yang dilatih oleh Kamila dan Ainun, yaitu demontrasi kosakata bahasa Inggris dari murid kelas II SDN 02 Ngepeh membuat acara semakin menarik, dan tak kalah menarik adalah pembacaan puisi oleh Keisha, siswa kelas VI MI Jumog. Puisi perpisahan ini adalah ciptaan Hamim Ali yang sekaligus mentor dari Keisha, puisi ini berhasil dibacakan dengan baik, elegan, dan sangat mengagumkan.

 

 

Seperti tak mau kalah, musik salawat dibawakan oleh kelompok rebana peserta KKN, berkolaborasi dengan pemuda desa setempat, lagi-lagi membuat hadirin tidak ingin beranjak dari tempat duduknya.
Sementara tamu-tamu terus berdatangan memenuhi undangan acara sosial rutinan yayasan Al-Hidayah, acara pentas seni semakin seru saja dengan pertunjukan solo pencak silat dari Haris, ketua kelompok I. Penonton banyak berdecak kagum dengan pertunjukan pencak silat atlet nasional ini.

Acara ini ditutup dengan pembacaan puisi kontemplatif berjudul Cinta Segitiga IV (Berselendang Neraka) oleh Rolis, perwakilan dari kelompok 2.
Cuaca yang cerah sangat mendukung acara ini berjalan dengan lancar tanpa hambatan berarti, sehingga penonton yang terdiri dari warga desa lanjut usia, janda-janda, fakir miskin dan mahasiswa STAITA mengikuti seluruh rangkaian acara hingga selesai. (Islam)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close