Berita

KKN/PPL 2020; Satu-Satunya Tugas Kuliah Yang Terasa Liburan

KKN/PPL adalah tugas administratif dan sosial bagi mahasiswa STAI Taswirul Afkar. KKN/PPL meeupakan bagian dari mata kuliah yang harus ditempuh oleh mahasiswa. Kegiatan KKN/PPL yang perdana di Trenggalek dan menjadi KKN/PPL terjauh dalam STAI Taswirul Afkar. Sebagian mahasiswa mengeluh karena lokasi KKN/PPL sangat jauh, menjadi kesulitan tersendiri bagi yang berkeluarga yang ingin mudah untuk pulang pergi dan juga menjadi kesulitan bagi mahasiswa homesick yang tidak bisa jauh dari rumah. Belum lagi bayangan-bayangan akan tugas-tugas KKN/PPL yang melelahkan, menjemukan dan kondisi lokasi KKN/PPL yang sangat berbeda dengan kota.

Apa yang sudah dialami, setidaknya selama dua minggu ini oleh peserta KKN/PPL sangat berbeda dengan yang dibayangkan sebelumnya.

Banyak Waktu Untuk Beribadah

KKN/PPL tidak sesibuk yang dibayangkan, banyak waktu luang untuk beribadah, baik yang dilakukan sendiri, bersama warga, dan bahkan yang sangat bermamfaat bagi warga. Seperti yang dilakukan oleh Riyadus Salihin, peserta KKN/PPL (kelompok dua) yang hampir rutin selama 5 waktu menjadi muazin di musala dekat penginapan. Dia stand by setiap hendak masuk waktu salat dan bahkan sering menjadi imam (tentu saat dipersilahkan). Khususnya setelah salat subuh, takmir musala rutin membaca Al-Qur’an kemudian dilanjutkan oleh Riyadus dan atau Yahdi, dan ini rutin setiap hari. Demikian beberapa contoh bagaimana KKN/PPL justru membuat mahasiswa banyak terlibat dalam kegiatan keagamaan, baik yang diprogram secara tertulis ataupun tidak.

Banyak Waktu Untuk Membaca

KKN/PPL adalah waktu yang tepat untuk menyalurkan hobi membaca, saat di Surabaya begitu sibuk dengan aktivitas rutin sehari-hari. Di tempat KKN/PPL banyak mahasiswa yang membawa buku untuk dibaca, mulai dari buku tentang dai yang dibawa oleh Haris (ketua kelompok 1), buku sejarah kerajaan Jawa yang dibawa oleh Hamim Ali (ketua kelompok 4) hingga buku sejarah tokoh dunia yang dibawa oleh Ali Wafa (anggota kelompok 1). Demikian tadi hanya beberapa contoh mahasiswa yang diketahui membawa dan membaca buku. Tentu masih banyak mahasiswa lain yang membawa dan membaca buku yang tidak penulis ketahui karena penginpan yang terpisah menjadi empat tempat. Membaca merupakan tradisi positif yang mulai hilang di kalangan mahasiswa saat ini, dan dengan adanya KKN/PPL ini secara tidak langsung memicu kembali budaya membaca mahasiswa.

Keakraban Semakin Terbangun

Ada lagi dampak postif dari KKN/PPL untuk mahasiswa itu sendiri. Hubungan antar mahasiswa yang asalnya hanya kenal menjadi semakin kenal, dari yang dekat menjadi semkin dekat. Keakraban antar mahasiswa pun menjadi terjalin. Di mana biasanya mahasiswa hanya berinteraksi 3 kali dalam sepekan, di KKN/PPL 24 jam penuh bertemu.

Antusiasme dan Sambutan Hangat Warga

Peserta KKN/PPL disambut penuh antusias oleh murid-murid, hampir setiap hari saat mobil yang mengantarkan peserta KKN/PPL yang hendak mengajar disambut dengan teriakan KKN… KKN… KKN….Belum lagi saat mengajar TPQ, orang tua murid sangat senang dengan tenaga pengajar yang melimpah saat ada KKN/PPL, bahkan saat gerimis pun masih banyak murid TPQ yang hadir, yang mana biasanya sedikit yang hadir saat gerimis, sebagaimana penuturan ustad Misbaha, Pengelola TPQ di dusun Gerbo.

Rekreasi

KKN/PPL di desa Ngepeh ini dekat dengan bukit, dari atas bukit kita bisa melihat pemandangan yang indah, mulai dari sawah-sawah yang menghijau, perbukitan yang memanjang, hingga awan-awan yang menghiasi bukit ada di bawah kaki kita. Banyak waktu luang membuat teman yang hobi naik gunung atau jalan-jalan sering menjadikan bukit ini sebagai tempat rekreasi. Selain dekat, gratis tapi indah. Di bukit ini kita bisa menjumpai kebun jagung, buah naga dan kelapa. Dan kita bisa membelinya langsung kepada petani disana dengan harga sangat murah, selisih hingga 50 persen dari harga di Pasar.

Fasilitas-Fasilitas

KKN/PPL di desa ini penuh dengan fasilitas yang cukup baik. Mulai dari disediakan mobil untuk antar jemput kegiatan mengajar sekolah dan TPQ, motor untuk kebutuhan-kebutuhan mahasiswa yang tidak selalu bisa dipenuhi dengan mobil , kasur pegas (secara majas metonimia biasa disebut spring bed) untuk istirahat dengan nyenyak (apalagi penulis yang biasa tidur diatas dipan kayu yang keras), televisi untuk hiburan, kulkas untuk menyimpan makanan dll.

Ternyata KKN/PPL tidak hanya melulu tentang pekerjaan-pekerjaan yang melelahkan, banyak hal yang membuat KKN/PPL ini menjadi begitu indah. Dan seperti prediksi dosen pembimbing kelompok I, Dr. Cand. Rangga Sya’adillah M. Pd.I., di akhir-akhir masa KKN/PPL, kita peserta KKN/PPL akan merasa berat berpisah dengan tempat yang penuh dengan banyak kenangan indah. Sepertinya prediksi yang disampaikan saat pembekalan ini akan benar adanya.
(Islam 5b)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close