Berita

Antusiasme Lansia Ngepeh Sambut Penyuluhan Yang Diberikan Oleh Mahasiswa PPL-KKN STAI Taswirul Afkar Surabaya

Trenggalek – STAITA, Posyandu Lansia “Segar Bugar” Desa Ngepeh Kecamatan Tugu Kabupaten Trenggalek menggelar program penyuluhan kesehatan untuk lansia. Di Posyandu tersebut, ada sekitar 70 Lansia yang rata-rata berusia diatas 60 tahun, aktif mengikuti program dari posyandu. Mereka antusias mengikuti program posyandu. Saking antusiasnya pukul 07.40 WIB para lansia mulai berdatangan padahal kegiatan posyandu baru dimulai tepat pukul 09.00 WIB. 

“Sebagian lansia biasanya diantar oleh anak cucunya, sebagian ada yang jalan kaki.” Tutur Bu Sih selaku ketua Kader Lansia Ngepeh.

Program tersebut merupakan program bulanan yang dilaksanakan satu bulan sekali pada hari rabu pon. Mulai dari pemeriksaan kesehatan lansia secara berkala hingga penyuluhan kesehatan lainnya seperti bahaya nyamuk demam berdarah. 

“Sembari mengantri untuk diperiksa, para lansia diberi penyuluhan agar tidak bosan selama mengantri.” Pungkas Bu Sih. 

Pada kesempatan tersebut Posyandu Lansia “Segar Bugar” mengajak Mahasiswa PPL-KKN STAI Taswirul Afkar Surabaya untuk mengisi kegiatan di posyandu pada hari rabu 12 Februari. 

Sebelum memberikan penyuluhan, mahasiswa mengajak para lansia untuk menyanyikan ye-yel lansia sehat.

Mahasiswa PPL- KKN STAI Taswirul Afkar Surabaya memberikan penyuluhan terkait merawat gigi di usia senja dan memperkenalkan terapy SEFT pada para lansia. 

Terapy SEFT merupakan perpaduan ilmu akupuntur dan do’a, teknisnyapun mudah, cukup dengan mengetukkan ujung dua jari, jari telunjuk dan jari tengah sambil berdoa. Tak lupa mahasiswa memberikan kunci keberhasilan terapy SEFT pada lansia, yakni; yakin, khusyuk, ikhlas, pasrah, dan syukur. 

Para lansiapun antusias dalam mengikuti step by step terapy tersebut. “Nduk, mbah ra iso moco doa niku, piye nduk? ” celetuk salah satu lansia yang diamini oleh para lansia lain, lantaran mereka tidak hafal dengan bacaan doa berbahasa Indonesia. 

 

“Terapy ini boleh menggunakan bahasa apa saja, bahasa Jawa nggeh silahkan, yang penting kuncinya tadi jangan lupa. ” Jawab salah satu mahasiswa

Diakhir penyuluhan sebelum pamit, mahasiswa memberikan sumbangan berupa pakaian bekas yang masih layak pakai. “Meskipun sedikit kami harap bermanfaat.” ucap salah seorang mahasiswa. (ND)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close